Minggu, 25 Maret 2018


FLORA FAUNA YANG TERANCAM PUNAH

PAPER
DisusunUntukMemenuhiTugas Mata Kuliah “IAD,ISD,IBD”
DosenPengampu: Miftahurrohmah, M.Pd.I
Kelas B-PAI Semester 1










Disusun oleh:
Sania Rosyida
NIM.1510110044

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM  NEGERI (STAIN) KUDUS
2015


    A.    LATAR BELAKANG
Indonesia memiliki beragam kekayaan yang patut di rawat dan dijaga, terutama kekayaan sumber daya, baik sumber daya manusia (SDM) maupun sumber daya alam (SDA). Kekayaan sumber daya manusia dibuktikan dengan banyaknya penduduk di Indonesia yang terdiri dari banyak suku bangsa serta memiliki budaya yang berbeda-beda atau beragam.Sedangkan kekayaan sumber daya alam dibuktikan dengan suburnya tanah wilayah indonesia serta memiliki keanekaragaman flora fauna yang sngat tinggi.
Tetapi di Indonesia sering terjadi penyelewengan dalam menjaga kelestarian lingkungan yang berdampak pada kepunahan flora dan fauna didalamnya. Sangat disayangkan sekali jika keanekaragamam flora dan fauna yang tinggi di sia-siakan malahan dirusak oleh masyarakat yng tidak bertanggung jawab.  Untukitu,selainmasyarakatpemerntahharusikut andil dalam menyelesaikan masalah ini dengan cara menegakkan hukum di Indonesiaagar bangsa Indonesia terhindar dari malapetaka yang lebih dahsyat
Selanjutnya penulis akan membahas tentang masalah dan solusi dari masalah diatas berdasarkan konsep IAD,ISD,IBD.

   B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, penulis akan membahas beberapa rumusan masalah sebagai berikut,
1.      Bagaimana persebaran flora fauna di Indonesia?
2.      Apa penyebab dan dampak dari kepunahan flora fauna di Indonesia?
3.      Bagaimana solusi dari IAD,ISD, IBD dalam menjaga kelestarian flora fauna di Indonesia?

   C.    PEMBAHASAN
1.      Persebaran flora dan fauna di Indonesia
Tahukah Anda bahwa Indonesia dikenal dengan julukan Megadiversity Country? Julukan tersebut tidaklah berlebihan karena memang Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dan bervariasi. Indonesia tercatat dalam peringkat lima besar dunia sebagai negara yang memiliki keanekaragaman flora tertinggi, di mana mencapai kurang lebih 38.000 spesies (55% endemik), urutan pertama dalam kekayaan jenis Palem (477% spesies dan 47% endemik) serta 400 spesies lebih Dipterocarpaceae yang merupakan jenis pohon yang bernilai ekonomis. Tidak hanya flora yang memiliki keanekaragaman sangat tinggi namun fauna Indonesia juga sangat beragam dan bervariasi. Indonesia menempati urutan pertama untuk mamalia (436 spesies, 51% endemik) dan kupu-kupu (121 spesies, 44% endemik), keempat untuk reptil (512 spesies, 29% endemik), kelima untuk burung (1.519 spesies, 28% endemik), serta keenam untuk amphibi (270 spesies, 37% endemik)[1].
a.       Persebaran Flora di Indonesia
Kawasan tumbuhan (flora) yang ada di Indonesia berdasarkan pembagian wilayah (regionalisasi) tumbuhan, berada di kawasan kerajaan tumbuhan subregion Indo- Malaysia dan subregion Australia. Indonesia berada di dua kawasan ini disebabkan karena wilayah Indonesia membentang dari timur sampai barat. Flora Indonesia berdasarkan region (wilayah) kerajaannya dibagi menjadi empat wilayah, yaitu sebagai berikut,
1)       Sumatra-Kalimantan
2)      Flora Jawa-Bali
3)      Flora Wallace
4)      Flora Papua
Adapun jenis vegetasi (tumbuhan) yang tersebar di keempat kawasan tersebut meliputi hutan hujan tropis, hutan musim, hutan pegunungan, hutan sabana tropis, hutan pinggiran atau hutan bakau. Dari kedua variabel tersebut, yaitu region dan jenis vegetasi, kita akan menganalisis sekaligus menginventarisasi berbagai macam jenis tumbuhan yang ada di masing-masing kawasan.[2]
b.      Persebaran Fauna di Indonesia
Secara geografis wilayah kepulauan Indonesia dibagi menjadi tiga region fauna, yaitu sebagai berikut.
1)      Region fauna Indonesia barat
Habitat spesies fauna Indonesia bagian barat umumnya berada di hutan-hutan yang lebat dengan pohon-pohon yang besar. Hal ini tentu saja mempengaruhi ukuran tubuh spesies fauna di kawasan ini yang besar dan bervariasi.
2)      Region fauna Indonesia tengah
Habitat spesies fauna Indonesia bagian tengah didominasi oleh hutan yang tidak terlalu lebat serta padang rumput. Kondisi vegetasi flora seperti ini ikut mempengaruhi kurang bervariasinya spesies fauna yang mendiami kawasan ini.
3)      Region fauna Indonesia timur
Jumlah curah hujan yang tinggi dan vegetasi flora yang beraneka ragam menyebabkan spesies fauna yang menempati kawasan Indonesia bagian timur juga beraneka ragam seperti halnya spesies fauna di Indonesia bagian barat.[3]
2.      Penyebab dan Dampak dari kepunahan flora fauna di Indonesia
Keanekaragaman flora fauna Indonesia saat ini terancam semakin berkurang setiap tahunnya.[4] Diakui atau tidak, manusia adalah makhluk yang berperan besardalam menciptakan kerusakan flora dan fauna. Beberapa kegiatanmanusia secara langsung maupun tidak langsung telah menyebabkanbeberapa flora dan fauna mengalami kelangkaan bahkan kepunahan.
Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan kerusakan flora dan fauna akibat kegiatan manusia,[5]
a.       Pencemaran
b.      Eksploitasi Hutan
c.       Perburuan Liar
d.      Penggunaan Pestisida
e.       Penggunaan Pupuk Buatan
Adapun dampak yang akan terjadi jika flora dan fauna mengalami kerusakan,[6]
a.       Ekosistem tidak seimbang
b.      Kelangkaan sumber daya
c.       Menurunnya kualitas kesehatan
d.      Tragedi lingkungan karena kerusakan hutan
e.       Hilangnya kesuburan tanah
f.       Putusnya daur kehidupan
3.      Cara untuk menjaga kelestarian flora fauna di Indonesia dengan konsep IAD,ISD, IBD
Berikut adalah solusiyang akan diberikan IAD,ISD,IBD dalammenjaga kelestarian flora fauna di Indonesia:
a.       Berdasarkan IAD
IAD adalah ilmu alamiah dasar, jadi IAD akan memberikan solusi atas masalah diatas menggunakan konsep-konsep yang berkaitan dengan alam misalnya seperti dengan diadakannyaPenangguhan pemanfaatan SDA menuju pemulihan kembali.
Penangguhan pemanfaatan SDA menuju pemulihan kembali berfungsi untuk menghindari bencana yang lebih besar lagi, ada baiknya pemerintah segeramenyusun langkah-langkah penangguhan pemanfaatan SDA atas beberapa kawasan yangmemiliki kerentanan tinggi dan segera dilakukan pemulihan di kawasan tersebut. Jawaadalah salah satu pulau paling genting untuk dilakukan pemulihan. Sekitar 65% pendudukIndonesia bermukim di Pulau Jawa yang saat ini terus dilanda bencana demi bencana.Penagguhan bisa dilakukan di sektor kehutanan, pertambangan, maupun kelautan.[7]
b.      Berdasarkan ISD
ISD yaitu Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu ilmu-ilmu sosial yang dipergunakan dalam pendekatan, sekaligus sebagai sarana untuk mencari jalan keluar memecahkan masalah sosial yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.[8]
PenggalanganPartisipasi rakyat dalam menyelamatkan alam flora dan fauna di Indonesia adalah salah satu kunci keberhasilan. Oleh karena itu organsisasi lingkungan hidup seperti Walhisebaiknya terus berupaya meningkatkan partisipasi. Semakin besar tekanan publik untukpenyelamatan aset-aset alam, maka semakin cepat pemerintah dan parlemen mengubahberbagai kebijakan yang tidak tepat.[9]
c.       Berdasarkan IBD
Ilmu Budaya Dasar identik dengan Basic Humanities yang berasal dari kata Humanusyang artinya manusiawi, berbudaya, dan halus (refined). Dengan belajar ilmu ini diharapkan seseorang menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus.[10]
Masyarakat sebagai pokok kajian ISD jelas berbeda dengan kebudayaan yang merupakan pokok kajian IBD tetapi antara masyarakat dan kebudayaan saling berhubungan erat.[11]IBD bertujuan untuk mempertahankan nilai-nilai yang dianut masyarakat.[12]
Solusi  yang diberikan IBD ialah dengan mempertahankan nilai-nilai yang dianut masyarakatdalam menyelamatkan alam flora dan fauna di Indonesia.

    D.    SIMPULAN
Berdasarkan pembahasan diatas, penulis menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut,
1.      Indonesia dikenal dengan julukan Megadiversity Country karena Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dan bervariasi.
2.      Keanekaragaman flora fauna Indonesia saat ini terancam semakin berkurang setiap tahunnya. Beberapa penyebabnya adalah: Pencemaran, Eksploitasi Hutan, Perburuan Liar, dsb. Adapun dampak yang akan terjadi jika flora dan fauna mengalami kerusakan: Ekosistem tidak seimbang, Kelangkaan sumber daya, Menurunnya kualitas kesehatan, dsb.
3.      Solusi yangdiberikan IAD,ISD,IBD dalam menjaga kelestarian flora fauna di Indonesia.
a.       IAD : Penangguhan pemanfaatan SDA menuju pemulihan kembali
b.      ISD : Penggalangan Partisipasi rakyat dalam menyelamatkan alam flora dan fauna di Indonesia
c.       IBD : Pertahanan nilai-nilai yang dianut masyarakat dalam menyelamatkan alam flora dan fauna di Indonesia.

    E.     REFERENSI
Sri Sudarmi. 2009.Sosiologi 1 Untuk Kelas X SMA dan MA. Jakarta: CV. Usaha Makmur.
Rohiman Notowidagdo. 2000.Ilmu Budaya Dasar Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits.Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Eni Anjayani dkk. 2009.Geografi Kelas XI. Jakarta: PT Cempaka Putih.
Sandra Yosepana. 2009.Belajar Efektif Geografi Untuk SMA/MA Kelas XI IPS. Jakarta:PT. INTIMEDIA CIPTANUSANTARA.
Siti Azizah Susilawati dkk. 2009.Geografi untuk SMA dan MA kelas XI. Jakarta: CV Putra Nugraha.



[1]Siti Azizah Susilawati dkk, Geografi untuk SMA dan MA kelas XI, CV Putra Nugraha, Jakarta, 2009, hlm.17
[2]Sandra Yosepana, Belajar Efektif Geografi Untuk SMA/MA Kelas XI IPS, PT. INTIMEDIA CIPTANUSANTARA, Jakarta, 2009, hlm.12
[3]Ibid.., hlm.24
[4]Siti Azizah Susilawati dkk., op.cit, hlm.23
[5]Eni Anjayani dkk., Geografi Kelas XI, PT Cempaka Putih, Jakarta, 2009, hlm.39
[6]Ibid., hlm.41
[7]Sandra Yosepana, Op.cit, hlm.33
[8]Rohiman Notowidagdo, Ilmu Budaya Dasar Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2000, hlm.12
[9]Sandra Yosepana, Loc.cit,.
[10]Rohiman Notowidagdo, Op.cit, hlm.13
[11]Sri Sudarmi,Sosiologi 1 Untuk Kelas X SMA dan MA,CV. Usaha Makmur, Jakarta, 2009, hlm.12
[12]Rohiman Notowidagdo, Op.cit, hlm.15